Jumat, 18 Maret 2016

FALSAFAH JAWA

         Suro Diro Joyongirat Lebur Dening Pangastuti merupakan suatu ungkapan bahasa Jawa yang mempunyai makna filosofis yang amat dalam.

Penggalan kalimat ini merupakan tuntunan bagi para pemimpin secara khusus dan umat manusia pada umumnya ketika menghadapi suatu masalah besar yang menghadang.

       Ungkapan tersebut bisa dijadikan suatu motivasi bagi kita dalam menapaki jenjang spiritual yang agung sebagai wacana dalam mengarungi samudera kehidupan.

Dari uraian kata perkataan "Suro Diro Joyoningrat Lebur Dening Pangastuti" dapat diartikan sebagai berikut:

Sebelum mengulas arti kalimat secara utuh, mari kita kaji makna kata satu per satu:

Suro = Keberanian. Bahwa dalam diri manusia sudah tersimpan benih-benih sifat keberanian, terkadang sifat ini bermakna positif dan negatif. Ketika sifat berani lepas dari kendali, maka seseorang bisa terpengaruh melakukan kejahatan, kesewenang-wenangan dan angkara murka.

Diro = Kekuatan. Seiring dengan keberanian, ada pula kekuatan yang dianugerahkan Yang Maha Kuasa pada diri manusia, baik kekuatan lahir maupun kekuatan batin yang luar biasa.

Sama halnya dengan keberanian, jika potensi kekuatan tidak terarah, maka akan lahirlah sikap angkara murka dan kedurjanaan.

Joyo = Kejayaan. Kejayaan adalah hasil dari keberanian dan kekuatan, baik dalam arti positif dan negatif. Manakala manusia sudah mencapai puncak kejayaannya dan lepas dari kendali nurani yang terjadi adalah manusia tersebut menjadi sombong, congkak , angkuh atau jauh dari nilai-nilai moral atau pun agama.

Ningrat = Terpandang atau bergelimang dengan kenikmatan duniawi.  Ningrat disini bisa diartikan sebagai gelar kebangsawanan atau seorang pejabat yang serba kecukupan dan senantiasa hidup dalam gelimang harta.

Lebur = Hancur. Bisa juga diartikan sebagai hancur, sirna, tunduk atau menyerah dan kalah.

Dening = Dengan. Kata sambung.

Pangastuti = Kasih Sayang. Yaitu benih-benih kebaikan, baik dalam arti ibadah kepada kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ataupun berbuat baik kepada sesama manusia.

Dengan demikian, maka secara umum kalimat “Surodiro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti" memiliki arti dan pengertian sebagai berikut:

       "Semua bentuk angkara murka yang bertahta dalam diri manusia akan dapat dihilangkan dengan sifat sifat lemah lembut, kasih sayang dan kebaikan"

Atau juga dapat diartikan: segala kekuatan jahat akan dapat dihilangkan dengan kebaikan dan kebenaran.

Bahwa semua bentuk angkara murka yang bertahta dalam diri manusia, akan sirna dengan sifat lembut, kasih sayang yang didasari dengan menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Artinya, angkara murka tidak dapat dihilangkan dengan angkara murka. Dengan kata lain, api tidak dapat dipadamkan dengan api. tapi api dapat dipadamkan dengan air.

Membalas suatu kejahatan dengan kejahatan lain tidak akan menyelesaikan masalah, justru yang timbul adalah masalah yang lebih hebat dan lebih besar.

PENDIAM.aku

Langsung saja gaesss
       Pembahasan saya mungkin sudah banyak di blogger2 sebelah saya hanya akan menceritakan sedikit sifat yang tak mau pergi dari saya yaitu "DIAM(PENDIAM)

mungkin dari pembaca mempunyai teman atau bahkan pembaca sendiri yG menjadi pendiam
    Apakah enak jadi pendiam ? Jawabanya ...........ya & tidak
     Nih saya  gabungin/kumpulin data dari tetangga hehe karena memang survei saya sebagai pendiam "benar"

            Orang pendiam kadang-kadang mamang bawaan, mungkin orang mendiam itu.. kadang - kadang mereka bingung apa yang harus mereka katakan,atau mereka tidak tau topik yang tepat untuk dibicarakn dengan yang lain, kadang-kadang mereka juga takut kepada komunitas, merka jarang bersosialisasi dan biasanya mereka lebih suka memilih pekerjaan yang tidak bayak bicara. (yaa.. namanya juga pendiam)

   Tapi, ada juga orang pendiam yang sebenarnya tidak murni pendiam tapi karena memang dia sedikit bicaraya, tapi jika berbicara depan umum it's ok..

Beberapa masalah yang di temui pada si pendiam, mungkin bagi ane ini bisa di bilang fakta, karena ane pendiam..

1. Pendiam identik dengan hal negatif

    Tentang orang pendiam, Masyarakat lebih memandang/menjugde seorang pendiam identik dengan hal negatif seperti: pendiam itu pelaku bunuh diri, pendiam itu pelaku teroris, pendiam itu Psikopat, pendiam itu di kira sombong..

2. Tidak pandai berbasa-basi

    Bicara apa adanya, langsung ke point nya. Suka menyimpan rahasia dan pada dasarnya, mereka adalah orang yang tulus. Orang yang pendiam juga biasanya pemalu dan tidak suka cari masalah tapi jangan sekali kali menyakiti orang yang pendiam, bahaya! bisa di ingat sampai seumur hidupnya..

3. Susah dalam sebuah komunitas

    Misalnya sulit memperoleh teman, jarang mendapat kesempatan untuk menjadi wakil dari suatu komunitas, bahkan masuk dalam komunitas pun sulit dalam hal wawancara, dll. Namun begitu, orang pendiam tidak selalu berarti minus. Ada bahkan banyak orang pendiam yang justru lebih berprestasi dari pada orang yang cerewet. Biasanya mereka menyimpan ide kreatif namun sukar untuk di sampaikan. Apa yg harus kita lakukan jika punya teman pendiam ? berusaha menggali potensi yang ada dalam dirinya, berusaha merubah sifatnya dengan jalan memberikan contoh cara beradaptasi dengan lingkungan dimana dia berada sampai dia benar benar mampu melakukan itu tanpa harus didorong dorong lagi.

4. Mempunyai Alam semesta dalam pikirannya

    Seorang introvert punya alam semestanya sendiri atau bisa dibilang surga dalam imajinasinya, bukan berarti gila. Tapi disini mereka mempunyai bakat dalam dunia seni. Itulah mengapa orang introvert tidak menyukai keramaian.
 

5. Mempunyai dua Roh

    Orang pendiam seakan memiliki dua roh dalam satu raga. Otak mereka bertanya pada hatinya. Dia adalah seorang pemikir dan selalu berfikir dan seorang penyendiri. Otak mereka seperti server yang mengolah data tanpa henti. terkadang apa yang ia sampaikan tidak sesuai dengan yang ia rencanakan/pikirkan.

6. Kehidupan tertutup untuk umum

Ia berjalan seolah di kiri dan kanan tidak ada orang lain. Pandangannya lurus dan terkadang menunduk, enggan menatap orang di sekitar.

7. Teman Terbatas

     Pendiam terkadang lebih memilih bersama keluarga di bandingkan teman, terkadang satu persatu temannya mulai meninggalkannya. Namun, pendiam jika punya teman akrab, pasti jadi sahabat.

8. Sifat Sabar dan Santai

     Sifatnya mungkin jarang terlihat bisa dikatakan misterius. Sifat pendiam edentik dengan sabar, namun sabarnya hanyalah menampung rasa marah dan jengkel, terkadang jika sudah mencapai puncak emosi biasanya marahnya sudah seperti kerasukan.

Sudut pandang sebagian orang
     Setiap hari manusia disibukan denga berbagi aktivitas yang menyibukan. Para pekerja serta pelajar bergegas menyambut hari bersama mentari yang bersinar. Waktu yang panjang tak ubahnyta seperti sekecil jarum jam yang bergerak cepat. Orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Terkadang terlihat mereka tertawa bercanda dalam kelompok yang berkumpul.

    Namun, di sisi lain, Terlihat seorang disudut ruangan duduk manis sambil memandang orang-orang tersebut. Dari kejauhan ia terlihat tenang dan menikmati kesendiriannya, terlihat seperti tak ada beban hanya tersenyum tenang. Akan tetapi, tahukan bahwa orang-orang yang sering duduk sendiri atau terpisah dari orang banyak mereka lebih membutuhkan teman? Mereka bersikap tenang karena berusaha menyembunyikan ketidak mampuannya dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Apa sebenarnya hal-hal yang tersembunyi dibalik orang yang pendiam yang orang-orang tidak ketahui?

    Orang pendiam mempunyai banyak perbedaan dari kebanyakan orang terutama dalam hal kepribadiannya. Hal yang paling menonjol adalah mereka labih suka menyendiri dan tidak suka dengan keramaian. Pada umumnya meraka mempunya emosi yang labil. Itu sebabnya kenapa saat marah terkadang mereka lebih menyeramkan (kayak kerasukan setan) dari pada yang lain walaupun sangat jarang ditemukan. Biasanya orang yang pendiam cenderung agak lama dalam hal mengambil keutusan untuk menentukan tindakan meskipun tidak menutup kemungkinan juga mereka lebih menonjol dalah suatu hal.

    Terkadang kita lihat ada teman kita yang harus berdiam terlebih dahulu sebelum berbicara atau bertindak.
Kenapa orang pendiam lebih suka menyendiri daripada bergaul dengan orang-orang? Ada beberapa alasan yang menyebabkannya.

Pertama, terkadang mereka lebih nyaman ketika menyendiri karena biasanya orang pendiam tidak suka dengan keributan atau kebisingan. Tapi jangan salah, sekalipun menyukai kesendirian, mereka akan merasa diasingkan ketika sendiri dalam sebuah kelompok.
Yang kedua, pemikiran atau prinsip dapat melakukan suatu hal dengan kemampuan sendiri dan merasa tidak butuh orang lain akan mendorong seseorang untuk menyendiri. Percaya pada diri sendiri memang diperlukan, tapi ternyata tidak bagus juga jika terlalu berlebihan.
Kemudian, seseorangt tidak terlau aktif karena berusaha menutupi kekurangnya, baik itu karena tidak pandai berbicara atau sulit bergaul dengan orang lain. Tapi jangan salah, terkadang ketika orang berdiam diri mungkin saja ia lebih memilih menjaga lisannya ketimbang menguacapkan hal yang tidak perlu. Meskipun hal-hal diatas terkesan sebagai kekurangan akan tetapi orang pendiam bukan berarti tidak mempunyai kelebihan.
     Jika kita mau melihat lebih jauh, terdapat banyak kelebihan yang dimiliki orang-orang yang cenderung berdiam. Karena penggunaan otaknya lebih dipakai untuk mereneung dan berfikir, biasanya mereka akan lebih bisa mengontrol kamampuannya dalam memilah mana yang benar dan mana yang salah. Selain itu, kamampuan berimajinasi akan menjadikan seseorang berjiwa seni tinggi karena bisanya mereka meluangkan pendapat/idenya melalui karya yang dihasilkannya, baik itu berupa lukisan, karya ilmiah atau yang lainnya. Orang pendiam biasanya lebih unggul dalam hal eksak yang membutuhkan pemikiran ketimbang berhubungan langsung dengan praktek dalam hal sosialisasi.
     Meskipun seseorang yang pendiam lebih suka menyendiri, tapi tahukah kita yang sebenarnya mereka butuhkan? Kita mungkin pernah melihat teman ktia yang duduk sendirian jauh dari yang lain. Ia terlihat sangat tenang dan nampak menikmati kesendiriannya sehingga kitapun menjadi enggan untik mendekatinya. Akan tetapi, pemikiran ini sepertinya harus agak di rubah. Pada kenyataannya orang tersebut akan lebih senang jika kita hampiri dan temani. Apakah kita tahu kenapa? Mereka akan merasa diakui karena yang benar-benar mereka butuhkan adalah “Teman”.

           Hehe tapi pada akhir saya juga bahagia dan bangga jadi seorang PENDIAM
  Thanks gaes